Zakat fitrah adalah salah satu rukun yang bercorak sosial ekonomi dari lima rukun Islam, sebab zakat mempunyai kedudukan yang penting, karena ia mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai ibadah mahdhah fardiyah (individual) kepada Allah untuk mengharmoniskan hubungan vertikal kepada Allah, dan sebagai ibadah mu'amalah ijtima'iyyah (sosial) dalam menjaga hubungan horizontal sesama manusia.

Oleh karena zakat merupakan ibadah yang mengandung dua dimensi, yaitu dimensi habl min Allah dan habl min al-Nas, maka pensyari'atan zakat dalam Islam wajib kita ketahui untuk menyempurnakan ajaran agama kita.

Hukum menunaikan zakat fitrah.

Setiap muslim wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya dan orang yang dalam tanggungannya. Zakat tersebut wajib baginya jika masih memiliki sisa makanan untuk diri dan keluarganya selama sehari semalam. Zakat tersebut lebih diutamakan dari sesuatu yang lebih bermanfaat bagi fakir miskin.

“Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan zakat fithri (ketika Ramadhan berakhir) bagi setiap orang merdeka atau budak, lelaki atau perempuan, yang besar maupun kecil dari kalangan muslimin berupa kurma atau gandum. Dan beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum kaum Muslimin keluar menuju lapangan untuk menunaikan sholat Ied.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ … (البقرة: ٤٣(

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 43)

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan yang keji sekaligus sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang-siapa yang menunaikannya sebelum shalat 'Id, maka ia merupakan zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat 'Id, maka ia termasuk salah satu sedekah (yang sunnah)."

Adapun waktu pengeluarannya yang paling utama adalah sebelum shalat 'Id, boleh juga sehari atau dua hari sebelumnya, dan tidak boleh mengakhirkan mengeluaran zakat fitrah setelah hari Raya. Dari Ibnu

Ukuran zakat

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ukuran (takaran) 1 sha’ adalah sha’ nabawy (seukuran 4 mud yang ditakar dengan dua tangan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam). Dan apabila dikonversikan ke satuan timbangan (berat) maka 1 sha’ nabawy setara dengan 2040 (dua ribu empat puluh) gram atau 2,04 kg. Wallahu a’lam.

Niat zakat

Niat merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam melaksanakan zakatfitrah. Segala sesuatu tergantung pada niatnya, tanpa niat maka zakat kita tida akan sah menurut hukum agama

“Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala”

 

Presentasi tanpa judul

 

Januari Rp 402.266.874,-
Februari Rp 495.327.341,-
Maret Rp 524.682.566,-
April Rp 605.093.968,-
Mei Rp 509.520.665,-
Juni Rp 631.142.688,-
Juli Rp 521.997.132,-
Agustus Rp
September   
Rp
Oktober Rp
Nopember Rp
Desember Rp
JUMLAH Rp 3.690.031.234,-
Januari Rp  77.061.612,-
Februari Rp 68.535.082,-
Maret Rp 74.206.847,-
April Rp 68.983.547,-
Mei Rp 80.228.993,-
Juni Rp 66.983.444,-
Juli Rp 88.460.015,-
Agustus Rp
September   
Rp
Oktober Rp
Nopember Rp
Desember Rp
JUMLAH Rp

524.459.540,-

Januari Rp                       0,-
Februari Rp     0,-
Maret Rp 0,-
April Rp 0,-
Mei Rp 0,-
Juni Rp 0,-
Juli Rp 0,-
Agustus Rp
September   
Rp
Oktober Rp
Nopember Rp
Desember Rp
JUMLAH Rp 0,-
Januari Rp                       0,-
Februari Rp 0,-
Maret Rp 1.125.000,-
April Rp 0,-
Mei Rp 0,-
Juni Rp 0,-
Juli Rp 0,-
Agustus Rp
September   
Rp
Oktober Rp
Nopember Rp
Desember Rp
JUMLAH Rp 1.125.000,-